pasopati

February 23, 2006

,,,Kebebasan yang tidak kebablasan'’

Filed under: Uncategorized

Suatu kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya dimana pemuatan gambar karikatur seorang Nabi menjadi obyek kebebasan Pers telah dimuat dan dipublisir oleh Press di Denmark. Dimanakah letak nurani manusia itu? Sudah sombongkah dirinya sehingga menganggap kebebasan adalah segalanya?

Apakah benar benar ada kebebasan didunia ini ? apakah menjadi manusia bisa bebas dari segalanya. Hati nurani tidak bisa dihilangkan dari keberadaannya didiri manusia. Siapa yang mengimplimentasikan kedalam diri kita. Adakah seseorang yang mampu untuk itu? Apakah kita ini makhluk yang bebas yang artinya bebas melakukan apapun yang kita suka tanpa memikirkan pertanggung- jawaban atas perbuatan kita untuk dunia ini. . . . .

Jika seseorang membunuh dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Jika seseorang menghina sesorang lainnya maka dia harus menerima konsekwensinya. Bentuk pertanggungjawabannya tergantung seberapa besar dampak yang ditimbulkannya.

Seseorang boleh pintar, tapi juga harus benar. Kepintaran tidak selamanya membuat orang melakukan kebenaran. Sebagai konsekwensi dari suatu perbuatan yang meresahkan pihak lainnya tentu harus diberi ganjaran yang setimpal.

Yang sungguh disesalkan oleh karena segelintir orang yang merasa benar dan berdiri dibawah perlindungan UU Pers yang bebas sungguh dapat mewakili pihak-pihak tertentu dan membawa dampak negatif terhadap pihak lainnya.

Hanya orang yang rendah yang tidak memikirkan dampak perbuatannya terhadap sesama umat. Menurut saya orang yang membuat gambar tersebut dan juga yang menerbitkannnya harus diseret ke pengadilan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya untuk dapat didengar apa alasan, motifnya memuat artikel ataupun gambar yang menimbulkan keresahan segolongan orang tertentu yang merupakan sejumlah manusia yang signifikan di jagat raya ini.

Kita dapat mengukur hukuman yang setimpal untuk kepintarannya tersebut. Hukuman bisa dijatuhkan jika terbukti bermaksud buruk ataupun bermotivasikan kejahatan terhadap kedamaian dunia dan seisinya, termasuk umat beragama yang terganggu tersebut.

Yah, kalau ingin dunia yang damai hendaknya sikap dan perilaku yang saling menghargai haruslah diciptakan oleh manusia sebagai kewajiban mereka yang memiliki tanggung jawab terhadap dunia dan isinya yang telah diciptakan dan sediakan Tuhan untuk semua makhluk.

Bebas sih boleh2 saja asalkan kebebasan itu sendiri tidak menjadi kebablasan sehingga mengganggu orang lain…. Mengertilah untuk dimengerti !!!

February 8, 2006

,,,masih ada harapan..”

Filed under: Uncategorized

Malam telah larut, ketika itu hujan deras dan udara terasa amat dingin. Lampu jalan meski hidup tampak redup. Kendaraan yang lewatpun tidak begitu banyak bahkan jarang melintas. Jam 2.00 dini hari.

Sebuah sepeda motor tengah melaju kencang membawa pengendaranya pulang ke daerah pinggir kota. Hujan yang turun menepis wajah pengendara yang sedang gelisah seakan tidak dihiraukan. Pada dirinya, terdapat begitu banyak masalah yang perlu ditanggulangi serius dan harus selesai secepatnya.

Satu niat dalam dirinya, perjalanan pulang ke rumah adalah untuk langsung bertemu dengan Sang Penguasa, memohon pertolongan agar terhindar dari malapetaka dan kesusahan yang tiada berkesudahan.
Keputus-asaan mendominasi pikiran dan perasaannya, mempercepat kendaraannya ditengah guyuran hujan yang seakan takkan kunjung berhenti tanpa peduli keselamatannnya.

Kesenangan yang baru dilewati malam itu……tak terasa lagi.

Setiba di rumah, sepeda motorpun di parkir dengan baik dan tidak lupa di kunci. Berlari kecil langsung menuju pintu masuk. Sementara itu hujan masih terus turun dengan derasnya mengiringinya. “Hahh……. dingin sekali malam ini. Adakah kehangatan dibalik pintu ini ?” dalam hati ia bergumam.

Pintu dibuka.. masuk… dengan semua yang basah. Ke kamar mandi dan perlahan air yang hangat mengguyur seluruh tubuh, menghangatkan … terasa nyaman. Bersih dan keringlah tubuh itu, setelah wudlu’pun dilaksanakan.

“Solat hajat disaat dua per tiga malam, menurut ajaran dan hadist amatlah dianjurkan jika kita sedang dirundung malang dan memohon pertolongan/jalan keluar dari apa yang menjadikan kesulitan, kesempitan dan kesusahan.” bisiknya didalam hati.

Komunikasi dengan Yang Maha Agung pun terjadi….dengan suara lirih berbisik, iapun mulai sembahyang dan berdoa menyampaikan dengan kesungguhan hati dan jiwa, permohonan agar keinginannya dikabulkan: “……Ya Allah, ampuni aku atas seluruh dosa2 ku , berilah aku jalan keluar dari kesusahan ini, jagalah keluargaku dari kekafiran akibat cobaan yang sedang kau berikan untukku.
Agar aku …….. dapat tenang beribadah, Amien.”

Seiring hujan ia merintih perlahan lalu ….. sepi senyap…(tak lama kemudian) iapun telah tertidur diatas sajadah……., kelelahan.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan