pasopati

July 22, 2005

Pengaruhmu ….. Oh Kuta Bali (I)

Filed under: Uncategorized

Kedatanganku ke Bali diawali dengan petualangan di Pantai Kuta. Pantai terkenal di Pulau Bali. Kenapa terkenal dan bukan terbersih? Yah karena saya tidak berurusan dengan kebersihan, itu urusan Dinas Kebersihan….Pantai ini telah menjadi saksi atas kedatangan jutaan umat baik dari nusantara maupun mancanegara atas kelakuan mereka dipinggir pantai maupun dilaut.

Di pantai pengunjung duduk-duduk, bercanda dengan kawan, melamun, mengkhayal dan mengagumi garis horizontal yang ada didepan mata membatasi pandangan kita. Oh Tuhan betapa kayanya Engkau dan miskinnya aku… melihat ciptaanMu wahai yang Maha Besar dan Luas. Pantai oh pantai Kuta

Ssstt….ada lagi sebagian pengunjung pantai yang menikmati jemur diri. Nah yang satu ini kekurangan zat pewarna di tubuhnya sehingga perlu warna gelap alias taned, atau kebakar dikit alias agak gelap atau lebih coklat atau apa lagi terserah…Tidak apa-apa wong itu hak mereka masing-masing mau diapakan kulit tubuh pemberian itu, terserah yang make’nya…. Tapi caranya dong….pakai bikini yah namanya pakaian renang mini, maksudnya serba sedikit bahannya. Bukan main…khususnya mereka yang perempuan yang sedang menikmati sinar mentari celentang dan tengkurap bagai telur ‘ceplok’ yang sedang dipenggorengan menampakkan tubuh yang aduhai indah sekali (bagi saya sikh…nggak munafik). Pantai oh pantai Kuta….

Maaf, memang semua itu pemandangan yang indah untuk memuji Sang Penciptanya. Tapi sang Saya pada pertama kalinya melihat seperti terpaku, terpana, ciptaan itu jelas mempengaruhi ….. jalan darahku. Aku kan bukan perempuan! lanang alias laki tau! He he he…..jelas beda donk.

Tak kuasa aku, jujur kata, bahwa aku ingin melihat lebih dekat dan lebih nyata namun ….malu. Jadi dari jauh aku mengintipnya….wow memang bagus….indah… Glek aja deh. Nyerahh.. !!

Pergi dari situ tanpa kelanjutan, seperti nonton film slides saja. Pergi dari pantai kuta, menjauh dan menjauh….. tak tahan dengan pemandangan nyata yang saya suka namun cuma bisa dikonsumsi mata ini. Besok-besok ke Kuta lagi ya ….biar dapat pengalaman yang sama…..pemandangan indah atau…..mungkin perkenalan indah????!! Maunya sih gitu..cuman, maaf, bahasaku satu, bahasa Indonesia. Lagi-lagi alamat cuma dapat pemandangan indah ….Ombak Kuta Bali.

Belajar bahasa Inggris aahh………….biar jadi Beach Boys{??!!) Ampun dehh!! Usaha kenceng niih ye’………Bodo amat… suka sih!!… Mau?! Kesian deh lo….
hi hi hi…

July 20, 2005

Arjuna ….selamanya, Arjuna

Filed under: Uncategorized

Arjuna demikian nama julukan untuk sang pecinta ulung yang ku tempelkan pada dirinya. Meski dia memiliki hobby atau kegemaran yang mungkin banyak dimengerti bagi kebanyakan orang baik-baik tapi ada satu yang tidak lazim pada semua orang, namun terserah, mau dianggap jelek atau …

Ketika masih remaja dia menyukai dunia seni musik, seni lukis, seni peran, olahraga namun yang paling dihayatinya adalah seni bercinta.
Huhh…!
Dari tahun ke tahun semua kegemaran tersebut tidaklah berkembang dengan optimal alias tercatat. Siapa peduli! Tapi yang paling berjalan adalah yang kusebut terakhir, demikianlah aku melukisnya. He he he.

Perjalanan cinta yang menghabiskan uang, tenaga, pikiran dan bahkan waktu tidaklah terlalu dipedulikan, kenapa?! karena baginya, hitung punya hitung, tetap lebih mudah dan murah dibanding tingginya nilai cinta itu sendiri yang ada dan ditawarkan dalam kehidupan untuk dirinya… Apakah itu cinta lokasi, cinta monyet, cinta mati, cinta fisik dan lain sebagainya, termasuk cinta sucinya. Demikian Arjuna…,Dewa Cinta dari Nusantara.

Hehh ..begini nih…..! Ketika tiada wanita bersamanya, mulailah dia berstrategi , melihat kebelakang, kesamping, keatas, kebawah ataupun kedepan, siapa yang aku jadikan sasaran untuk kali ini? Celakanya, apakah itu remaja, dewasa tak menjadikan halangan untuk bermain cinta. “Yang penting aku suka dia dan aku cukup sabar dan telaten untuk menunggu waktu yang tepat mengucapkan rasa cinta kepada wanita idola saat itu”Demikian ulahnya.
Arjuna kamu orang berbahaya!!. Ooh jangan salah, aku punya etika..aku bukan ancaman bagi lahan orang..aku berburu sasaran tak bertuan he he he. Jangan khawatir Arjuna punya aturan main yang dijunjung tinggi.

Mendapatkan penghasilan dari gawean hanya dipergunakan untuk kegunaan yang satu ini, mengingat status sosial harus mendapatkan tempat,meski tidak harus berlebihan, namun cukup dibuat sebagai faktor penunjang, karena ini juga suatu modal agar dapat menjalankan niat utamanya yaitu : merebut hati kaum hawa alias perempuan.

Kehalusan cara Arjuna mengejar target sangat menarik dimana kharisma yang telah ada ditambah pengalaman dan pengetahuan yang lumayan membuat dirinya selalu menarik untuk dikenal oleh lawan jenisnya. Dia tahu kapan untuk bertindak, dimana, siapa, bagaimana itu bagaikan satu paket tak terpisah dari keberadaannya. Arjuna…tersenyum jika telah menentukan sasaran…dengan langkah terprogram dengan materi yang bervariasi telah siap dipertunjukkannya dengan kharisma yang built-in dalam dirinya diapun memulainya… Siapa yang melihat dan mengetahui gerak pemburu ini … Yang jelas 1(satu) lagi perempuan tidak lama lagi menyerah dipelukkan sang Arjuna dengan perasaan senang, bangga dan puas..bahkan tidak berdaya untuk menuntutnya memilih..Yaa, Arjuna tahu kapan memulai dan kapan mengakhiri…dengan satu peninggalan yang pasti: “Wanita, kamu tidak bisa melupakanku walau sampai akhir jaman. Aku ini selalu…ada. Sangat PeDe dan tidak bisa dipungkiri, dia memang pecinta sejati. Dia tahu bagaimana cara menikmati hidup ini.

“Saya hidup karena adanya rasa cinta, ketulusan dan nafsu yang berwarna warni seiring dengan waktu yang berjalan” Kebutuhan akan cinta adalah kebutuhan setiap insan. Terciptanya supply dan demand dari dulu bukan tidak alami. Hanya saja dimana dan kapan kita bertemu?! Lagi-lagi dia berujar.

Arjuna yakin disuatu waktu dan tempat dia masih diperlukan kaum wanita yang belum merasakan cinta atau bahkan masih ingin jatuh cinta. Arjuna bisa memberikan itu, dimana ada kesempatan….dan dia yakin bahwa pengalaman itu akan diberikannya dengan satu kepastian: ada yang manis dan ada yang pahit. Ahh itu sih biasa dan wajar wajar saja. Bersiaplah dengan kunjungannya kedalam hidupmu !! Karena dia hidup juga bersama takdirnya….






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan