katanya2.com
Ketika getolnya cari kepeng/uang saya ketemu seorang calo/mediator yang katanya mewakili calon pembeli atas barang yang saya tawarkan hendak dijual.
Atur punya atur, ternyata usaha yang sudah matang dari pihak calon penjual barang tidaklah diimbangi usaha keras pihak calon pembeli. Mediator pembeli yang ternyata tidak kenal dengan calon pembelinya tapi sangat ingin berperan sebagai no wahid alias nomor satu. Jaja namanya, bersikeras untuk dapat menunjukkan spek barang yang mau dijual yang diminta sebagai persyaratan dari calon pembeli. Bukti keseriusan atau minat akan diserahkan setelah speknya di review, katanya…
Seperti biasa, dan merupakan pengalaman yang lalu-lalu, selalu permintaannya seperti itu . . . dan payahnya, tanpa realisasi?!!.
Kali ini kesempatan ke tiga yang saya coba dengan dia… Anggaplah yang terakhir, kalo memang berjodoh, yakh rejeki toh tidak kemana mana dan, harusnya sih. . dapet gitu lho(optimisme)?!
Setelah permintaan Pak Jaja dipenuhi, selama 2-3 minggu tidak juga datang kabar kepada saya dari sang mediator ambisius itu. Ketika ditanyakan, jawabnya sih simpel saja:” Orangnya tidak pernah kontak balik sampai sekarang en, kayaknya dia tidak professional”. Yang tidak profesional itu siapa sih sebenarnya??!
Demikian, usaha ke 3 kalinya dengan Pak Jaja ga-tot. Gagal total tanpa penjelasan yang memuaskan. Runyam deh apa yang kita harap2. Sudah banyak telpon yang dibuat dan pertemuan2 yang diadakan . . . hasilnya, NOL Gede.
Yang ada, dengan mangkel dan dongkol saya katakan pada Pak Jaja: ” cobalah belajar lebih baik untuk tidak terlalu ngoyo sehingga anda tidak perlu menggunakan kata2 yang penuh dengan harapan manis” Orang akan berpikir bahwa kita mendapat kabar melalui itu lho : ” katanya2.com atau kali2.com yang isinya pepesan kosong semua. . Hua ha ha ha. Memang belum rejeki kali yee. . . . ?!
Nah lagi-lagi untuk ke empat kalinya peristiwa yang sama terjadi lagi; kali ini tidak perlu lama-lama dee. . karena, saya putuskan saja untuk tidak perlu melanjutkan urusan dengan si Mediator ambisius itu en, jika perlu……. untuk waktu yang lama saja. Daripada puyeng . . . mendingan tidur sajalah. Zzzzzzzzshh
